Penutupan Program Beasiswa Darmasiswa RI 2012-2013

Acara penutupan program Darmasiswa yang dilaksanakan tanggal 31 Mei – 2 Juni 2013 di Yogyakarta kemarin ternyata membawa berbagai kesan positif dan negatif untuk saya. Bertemu dengan sekitar 300 orang dari 62 negara dengan latar belakang yang berbeda, membuat saya merasa sedikit canggung. Karena, saya harus tetap berusaha menjadi diri saya sendiri di tengah orang-orang yang jelas berbeda.

Lalu, apa saya berhasil? Saya pikir saya berhasil!

Tapi, saya tidak mau membicarakan hal itu sekarang. Kembali ke topik awal tentang acara penutupannya.Saya bertemu dengan orang dari berbagai negara yang menurut saya merupakan sebuah pengalaman yang menarik dan mengesankan. Saya mengobrol-ngobrol dengan beberapa di antaranya. Mereka semua ramah dan (tentu saja) bisa berbicara bahasa Indonesia dengan aksen yang berbeda.

Saya bertemu dengan seorang perempuan yang belajar di ISI Yogyakarta; dia menjadi pemandu jalan kami dari hotel ke ISI Yogyakarta, karena ternyata supir bus kami tidak tahu jalan menuju ISI Yogya. Dia berbicara menggunakan bahasa Indonesia berlogat Jawa – terdengar jelas dari bagaimana dia menekan pengucapan “J” – haha. Menarik.

Lalu saya melihat para siswa yang lain yang menampilkan berbagai kesenian daerah Indonesia. Mulai dari tarian, nyanyian, hingga musik seperti gamelan Jawa dan gamelan Bali. Semuanya bagus! Tapi favorit saya adalah pertunjukan gamelan Bali yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa asing dari ISI Bali. Mereka memainkan berbagai alat musik di dalam satu pertunjukan dengan tempo yang berubah-ubah. Kebanyakan bertempo cepat dan terlihat sangat sulit! Ternyata, mereka belajar memainkan gamelan itu secara intensif selama satu semester. Pantas saja penampilan mereka terlihat mengagumkan.

DSC_0023

Setelah itu, ada kejadian lain di akhir penutupan program. Ketika penampilan terakhir dari mahasiswa Universitas Sam Ratulangi hendak melakukan tarian Poco-Poco, CD yang berisikan lagu Poco-Poco macet. Sehingga, pertunjukkan sempat terhenti beberapa menit dan salah satu penari jadi harus turun panggung untuk bertemu operator. Walaupun kejadian ini cukup memalukan, tapi semua orang di sana cukup sportif dengan memberikan dukungan tepuk tangan meriah untuk para penari. Bahkan hampirsemua orang akhirnya naik ke atas panggung untuk menari Poco-Poco bersama.

DSC_0080
Jadi, kejadian ini berakhir baik.

Apa yang saya lakukan di sana? Saya menari Saman! Yaay!
DSC_0063

Mengenai pengalaman para mahasiswa, mereka memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Ada yang bilang, kalau mereka suka tinggal di kota X, namun tidak menyukai suasana universitas tempat mereka belajar. Ada juga yang mengeluh bahwa mereka tidak menyukai suhu udara di beberapa kota di Indonesia karena terlalu panas. Namun, ada juga yang berkata, bahwa mereka senang sekali tinggal di Indonesia karena budayanya beragam.

Terkadang saya berfikir, kenapa banyak mahasiswa asing yang sangat ingin mendapatkan tempat di Bali, Jakarta dan Yogyakarta dibandingkan di kota-kota lain di Indonesia. Padahal, masih banyak kota-kota lain di Indonesia yang tidak kalah bagus dan indah dibandingkan ketiga kota tersebut. Misalnya, Bandung, Solo dan Malang. Terutama Bandung dan Malang, saya pikir keduanya merupakan kota favorit saya, karena suhu udaranya yang cenderung lebih dingin dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Universitas-universitas di kota-kota tersebut juga tidak kalah bagus dengan universitas lainnya di Indonesia.

Satu hal yang bisa saya katakan,

Kamu tidak harus pergi ke Bali atau ke Jawa untuk belajar bahasa Indonesia dan kesenian Indonesia seperti gamelan dan tarian. Setiap inci dari Indonesia memiliki ciri khas dan kesenian daerahnya masing-masing.

Pada akhirnya, saya hanya bisa bilang, sampai jumpa lagi semuanya. Acara penutupan kemarin sangat berkesan dan menyenangkan. Mungkin kita bisa bertemu lagi suatu saat di Indonesia atau di salah satu bagian bumi yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: