Konsumen Cerdas – Cermat Sebelum Membeli, Puas Setelah Membeli

Image

Produk-produk baru yang menarik terus memenuhi pasaran terus bertambah setiap harinya. Di era serba canggih ini, di mana konsumen dapat membeli segala keperluannya dengan mudah, baik dengan mendatangi tokonya langsung, atau dengan berbelanja dari situs-situs belanja online, membuat konsumen semakin gila untuk belanja. Kemudahan dalam berbelanja ini mendorong prilaku konsumtif yang berlebihan dan sangat pesat di beberapa kalangan masyarakat, khususnya di perkotaan. Sayangnya, meningkatnya prilaku konsumtif ini tidak diiringi dengan meningkat pesatnya kesadaran masyarakat terhadap hak-hak konsumen.

Para produsen-produsen nakal sendiri sering kali tidak menghiraukan hak-hak konsumen yang seharusnya mereka penuhi. Para konsumen sendiri pun, seakan-akan menutup mata dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka kurang menghiraukan hal-hal penting yang seharusnya mereka perhatikan dengan teliti. Padahal, konsumen memiliki beberapa hak yang disebut hak-hak konsumen.

Maraknya perdagangan barang-barang berbahaya yang tidak memiliki izin pun masih terus meramaikan pemberitaan di media-media massa. Berita terakhir yang sempat beredar luas di media elektronik adalah tentang sebuah produk kecantikan yang justru malah mengambil kecantikan dari wanita-wanita konsumennya. Di sini sangatlah jelas jika konsumen masih belum terlalu sadar tentang bagaimana caranya untuk menjadi pembeli dan pemakai produk yang cerdas.

UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 menjelaskan bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau jasa, memilih barang atau jasa yang akan dipakai, hak untuk mendapatkan barang atau jasa sesuai dengan nilai tukar, dilayani dengan adil, mendapatkan kompensasi serta ganti rugi jika barang dinilai rusak.

Seorang konsumen yang cerdas akan berlaku cermat dan teliti sebelum membeli, dia akan memperhatikan setidaknya hal-hal berikut sebelum membeli atau memakai sebuah jasa:

1. Tanggal kadaluarsa

Membaca tanggal kadaluarsa bisa jadi hal paling pertama yang harus Anda lakukan sebagai konsumen cerdas di era global ini. Tanggal kadaluarsa akan memberi tahu Anda kapan Anda harus menghentikan penggunaan produk ini, atau apakah Anda akan memutuskan untuk membeli suatu produk atau tidak. Pemakaian produk yang sudah kadaluarsa dapat membahayakan kesehatan diri Anda sendiri, oleh karenanya, jangan lupa untuk selalu mengecek tanggal kadaluarsa semua produk yang Anda pakai di mana pun.

2. Label BPOM

Setelah membaca tanggal kadaluarsa, hal kedua yang dapat Anda lakukan adalah mengecek keberadaan label BPOM di kemasan produk. Keberadaan label BPOM akan membuat Anda sedikit berlega hati, karena produk tersebut sudah terjamin aman untuk digunakan. Namun, jika Anda masih kurang yakin dengan keaslian label BPOM pada kemasan, Anda dapat selalu mengecek ulangnya lewat website BPOM atau membawa langsung contoh kemasannya ke kantor BPOM.

3. Aturan dan cara penggunaan produk

Begitu produk sudah sampai di tangan Anda, sudah sewajarnya Anda memakai produk tersebut sesuai aturan yang ada. Setiap produk memiliki aturan dan cara pakainya sendiri-sendiri. Kesalahan penggunaan produk, bukannya akan mendatangkan manfaat bagi Anda, namun akan mendatangkan celaka. Oleh karena itu, berhati-hatilah, jangan melewati anjuran yang ada di kemasan produk. Hal ini berlaku terutama untuk produk-produk kecantikan serta obat-obatan.

 4. Timbangan yang adil

Image

Transparansi sudah bukanlah hal yang asing lagi bagi kita semua. Konsumen berhak tau segala sesuatu tentang barang yang dibelinya, termasuk berat barang. Jadi, tidaklah salah jika kita benar-benar memperhatikan angka yang tertera di timbangan barang yang akan kita beli. Sebaiknya, pedagang juga harus berlaku adil pada konsumen, tidak mengurangi timbangan yang ada, atau bahkan menjual barang yang rusak pada konsumen.

5. Sesuai standar dan memiliki garansi

Sebuah produk yang memiliki standar dan garansi tentu akan meraih perhatian yang lebih besar dari konsumen. Dengan adanya garansi, konsumen tentu akan merasa lebih aman dengan apa yang dibelinya. Pada waktu yang bersamaan, produsen pun akan terus berusaha untuk menjaga dan memperbaiki kualitas produknya demi jaminan mutunya pada konsumen. Jika kualitas dan standar terjamin, maka akan semakin banyak konsumen yang memakai produknya. Ini merupakan sebuah solusi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Image

Lalu, apakah hanya itu saja yang dapat kita lakukan sebagai konsumen cerdas? Tidak! Kita masih bisa melakukan beberapa hal lain, diantaranya dengan membeli dan menggunakan barang-barang produksi dalam negeri. Karena hal ini dapat mendukung pengusaha-pengusaha lokal dan mengangkat perekonomian Indonesia yang masih berkembang.

Selain itu, sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa konsumen memiliki hak-hak konsumen yang wajib dipenuhi oleh produsen. Hak-hak konsumen tersebut dilindungi di bawah payung hukum, yang dapat mengizinkan konsumen untuk mengadukan segala macam kerugian yang didapatnya selama menggunakan produk atau jasa yang dipakainya. Janganlah takut untuk melaporkan segala bentuk kerugian yang Anda alami karena Anda berhak untuk mendapatkan produk atau jasa yang baik. Konsumen yang cerdas akan selalu menuntut pertanggungjawaban dari penyedia barang atau jasa yang dipakainya jika merasa dikecewakan.

Info lebih lanjut mengenai konsumen cerdas dapat dilihat di situs Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen. Tautan tidak berfungsi? Salin tautan ini ke address bar web browser Anda! http://ditjenspk.kemendag.go.id/

Image

Konsumen cerdas, cermat dalam memilih, diuntungkan dalam pemakaian. Konsumen cerdas, ya Anda!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: