Pengaruh Media Terhadap Perspektif Seseorang

Percaya atau tidak, media dapat mempengaruhi cara berpikir kita. Seperti yang dinyatakan dalam teori kultivasi milik George Gerbner tentang bagaimana TV dapat mengubah persepsi orang terhadap sesuatu di sekitarnya. Oke, kita lihat contoh kecil yang saya ambil dari pengalaman saya.

1. Sinetron selalu mengambil tokoh perempuan jawa atau sunda untuk dijadikan pemeran utamanya, katakan dia jadi orang desa yang hijrah ke kota buat nyari kerja dan bertemu pangeran bermobil putih. Biasanya, si perempuan ini akan berakting untuk menjadi seseorang yang tertindas atau yang baiknya kelewatan. Sadarkah kamu kalau ini mengubah cara pandang kamu sedikit tentang perempuan dari daerah Sunda dan Jawa? – baca: pembantu itu cocoknya dari daerah sana, soalnya a, b, c…

2. Orang-orang asing itu jelek karena pikirannya terlalu liberal dan kebanyakan tukang “tidur” sama orang-orang. Ya, orang mana dulu? Terdidik atau tidak? Pada kenyataannya, hal ini dipengaruhi oleh banyaknya film barat yang mengandung unsur seperti itu dan masuk ke Indonesia. Akibatnya, persepsi orang mengenai orang asing jadi berubah. Halo.. jangan suka menilai orang seenaknya.

3. Bandung itu sejuk dan enak untuk dipakai belanja. Oke, tepat sekali. Tapi sekali lagi, Bandung yang sebelah mana? FTV-FTV yang banyak mengambil setting lokasi di Bandung cuma menyorot bagian-bagian itunya saja. Akibatnya, orang-orang tidak tau tentang bagian lain Bandung yang serba abu-abu. Bukan maksud menjelek-jelekan, tapi ini merupakan salah satu efek tidak langsung dari media juga.

4. Bandingkan dua judul berita berikut: “Banjir Besar, 200 Orang Hilang” dan “Banjir Besar, 100 Orang Selamat”. Judul dari kedua berita tersebut dapat mempengaruhi cara berpikir audiens secara tidak langsung. Dalam hal ini, mereka akan memiliki dasar pemikiran yang berupa, “oh 200 orang hilang, banyak sekali, kasian!” atau “syukurlah masih ada 100 orang yang selamat”. Kadang saya berpikir, apakah sang pembuat judul berita sadar bahwa judul yang dibuatnya dapat memberikan efek pada pemirsanya? Karena ketika judulnya berupa pernyataan positif, maka audiens juga akan memiliki pikiran yang positif dan sebaliknya. Mana yang akan lebih banyak dibaca orang? Judul yang pertama atau yang kedua? Tentu kebanyakan orang akan memilih judul pertama, karena seperti yang banyak dikatakan orang, “Bad news is a good news“.

Dari beberapa contoh sederhana di atas, kita bisa menyimpulkan sedikit bahwa media, terutama TV dapat memberikan dampak yang cukup besar kepada penontonnya. Jadi, jika tontonlah acara sesuai dengan umur dan para pembuat acara, baiknya tidak menayangkan hal-hal yang dapat membuat pemirsanya berpikir negatif. Kita memang tidak bisa menghindari hal-hal negatif dalam hidup ini, rasanya tidak mungkin bisa. Tapi setidaknya saya yakin kalau kita bisa mereduksi hal-hal negatif tersebut dari kehidupan kita.

Satu lagi, “You are what you readmungkin dalam hal ini, “You are what you watch“.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: