I’m Fine Thank You

Teacher: How are you, students?

Students: I’m fine, thank you, and you?

Teacher: I’m fine too, thanks!

 

Bagi kalian yang memang sudah belajar bahasa Inggris sejak SD, dialog singkat di atas pasti sudah tidak asing lagi. Ketika guru masuk ke kelas dan akan memulai pembelajaran, maka ia akan menanyakan kabar murid-muridnya lalu mulai mengabsen. Hal ini merupakan sebuah hal lumrah yang memang sangat umum terjadi di banyak sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Namun kali ini saya hanya akan menyoroti kasus yang terjadi pada murid-murid sekolah dasar yang pada akhirnya terbawa hingga mereka besar.

Lalu, apa hubungannya dialog pembuka tadi dengan murid-murid SD? Apa yang salah?

Secara sekilas, memang tidak ada yang salah dengan dialog antara guru dan siswa di atas. Namun, coba kamu cermati baik-baik, adakah hal yang sedikit ganjil? Atau mungkin karena sudah sangat biasa terjadi, sehingga menjadi tidak ganjil?

Oke, kalau begitu saya akan sedikit menulis tentang masalah ini.

Ketika kita mulai menginjak bangku sekolah, kita akan mulai dicekoki oleh berbagai macam mata pelajaran, mulai dari yang sifatnya wajib hingga pilihan. Salah satu contoh mata pelajaran yang diajarkan di SD adalah bahasa Inggris. Pembelajaran bahasa Inggris di SD memang sangat bagus karena dapat memberikan mereka dasar dari sebuah bahasa internasional.

Sayangnya, pembelajaran bahasa Inggris ini menempel sangat kuat di otak para murid hingga terbawa hingga mereka dewasa. Loh, lalu apa yang salah?

Apa pernah kamu sadari kalau setiap kali ada yang bertanya, “How are you?” dan kamu akan selalu menjawabnya dengan, “I’m fine thank you, and you?”. Apa pernah kamu berpikir ada berapa cara menjawab pertanyaan yang sangat dasar levelnya ini?

Sekarang, apa kamu sudah mulai mengerti poin yang saya maksud?

Ada banyak cara untuk menjawab pertanyaan sesingkat how are you. Misalnya, kamu bisa bilang, I’m good, I’m great, I’m excellent, I’m not good, dan lain-lain. Jadi, apa kalau kamu merasa sakit kamu jadi harus tetap mengatakan I’m fine, thank you, blablabla? Sampai kapan kamu mau terus menjawab ala anak SD seperti itu?

Pertanyaan yang sama juga datang dari salah seorang teman saya yang berasal dari Amerika Serikat. Dia mempertanyakan, “Kenapa semua anak yang saya tanya selalu menjawab hal yang sama? Apa mereka tidak diajarkan cara lain untuk menjawab pertanyaan itu?”

Satu-satunya hal yang saya bisa lakukan hanya menjawab dengan jujur dan menahan sedikit malu, “Saya tidak tahu, itu adalah hal yang memang diajarkan di sekolah-sekolah dasar”.

 

nb. Kalau saya boleh usul, kenapa guru-guru tidak memberikan setidaknya dua opsi jawaban untuk menjawab pertanyaan itu? Setidaknya mereka memiliki cara lain untuk menjawab. Lagi pula yang dicari bukanlah kekompakan dalam menjawab pertanyaan ini setiap kali pertanyaan ini dilontarkan di depan kelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: