Giethoorn – Si Venesia dari Belanda

Pernah membayangkan sebuah desa terapung yang penduduknya menggunakan perahu kecil sebagai alat transportasi utamanya? Terdengar seperti sebuah cerita dari negeri dongeng memang, namun ini merupakan sebuah fakta yang ada di Belanda.

Sumber: http://goo.gl/gBRdK

Sumber: http://goo.gl/J1A4P

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: http://goo.gl/hJdo7

Giethoorn adalah sebuah desa yang terletak di provinsi Overijssel, Belanda. Desa yang berada di tengah-tengah negeri Kincir ini, memiliki pesona sendiri yang akan membuat kamu terpana. Karena, rumah-rumah di desa ini hanya dipisahkan oleh kanal-kanal kecil yang membuatnya terlihat seperti desa terapung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: http://goo.gl/DJQ7W

Terletak 114 km dari Amsterdam atau sekitar 1,5 jam perjalanan, kita akan disuguhkan pemandangan yang sangat cantik disana. Pertama, kamu akan melihat kanal-kanal kecil dengan perahu-perahu yang digunakan para penduduknya untuk transportasi. Tentu kanal-kanal ini juga bukan satu-satunya cara. Kita juga bisa berjalan kaki di sepanjang jalan yang memang dibuat untuk pejalan kaki. Namun, sekarang ini juga sudah ada jalan khusus untuk para pesepeda.
Di kiri kanan kanal, anda akan disuguhkan dengan pemandangan rumah-rumah penduduk yang mungil, namun cantik, serta hijaunya tanaman dan warna-warni bunga yang bersemi. Cantik kan?
Uniknya, desa yang sudah ada sejak tahun 1230 ini dahulu dibangun oleh para buronan yang melarikan diri dari daerah Mediterania. Namun siapa sangka kalau desa yang mereka dirikan bisa menjadi sebagus sekarang? Giethoorn sendiri mulai menjadi terkenal setelah Bert Haanstra membuat sebuah film komedi terkenal berjudul Fanfare. Sejak saat itu, desa unik ini pun menjadi salah satu tempat pariwisata terkenal di Belanda.
Belum selesai sampai disini! Giethoorn sendiri selain dikenal dengan hal yang sudah disebutkan diatas, juga terkenal dengan nama lain, yaitu “Venesia dari Utara” atau “Venesia dari Belanda”. Uniknya lagi, karena tidak mobil ataupun motor di Giethoorn, maka desa ini pun menjadi desa bebas polusi. Keren kan?
Terakhir, tidak usah takut tenggelam di kanal yang mengelilingi desa ini. Karena, kedalaman kanal-kanal yang ada di desa yang berpenduduk sekitar 2000 orang ini hanya sekitar 1 meter. Selain itu desa ini paling banyak dikunjungi selama musim panas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: