Jadi ‘Stalker’ di Dunia Perkuliahan itu Kejam, Bung!

Mungkin kamu yang baca judul tulisan ini juga udah mulai sadar atau ‘ngeh’ sama apa yang bakal saya tulis, untuk post edisi kali ini.
Ya! S T A L K I N G. Aktivitas yang satu ini bisa dibilang sebagai salah satu aktivitas wajib para pelajar disamping belajar. Stalking itu… bikin hati berbunga dan layu di saat yang sama. Stalking itu bisa bikin orang waras jadi gila – ehm, gila karena orang yang diliatin maksudnya. Tapi, jadi stalker itu… bisa membuat kita jadi rajin sekolah atau kuliah. Selain itu, jadi stalker juga bisa bikin kita awet muda, soalnya kita jadi rajin senyum (senyum-senyum maksudnya)😛.
Tapi, yang mau saya tulis disini adalah tentang susahnya jadi stalker di kampus. Kenapa?
1. Mending ya, kalau orang yang kita ‘untit’ satu kelas sama kita. Tapi, kalau engga?
2. Nyambung dari poin ke 1, kalau kita beda kelas kan otomatis beda jadwal, dan kita tau sendiri gimana rasanya pake sistem moving class di kampus. Jadi.. belum tentu kita bisa ketemu dia setiap saat.
3. Jadwal kelas yang kita tempati belum tentu berada di lantai yang sama dengan kelas DIA. Kalaupun mau nekat, kita pasti harus lari-lari dari lantai A ke lantai B atau, dari lorong A ke lorong B, CUMA untuk bilang “hai” (di dalam hati-ceritanya ga berani nyapa).

Oh kejamnya dunia kampus, mau ngerjain tugas udah susah, mau jadi stalker juga susah😉 *wink*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: